Author: Unknown
•5:54 AM






Dan aku bersemangat sambut senja yang riang
Lamunan yang tak ditunggu kian kunjung datang
Desir angin memeluk diri yang dingin
Bisik daun yang pergi ntah kemana
Salah satu yang terjadi, akhirnya menyadari
Bahwa, senja kian muram bersama hari
Hari ini yang kelam
Sekarang begitu aku ingin tenang..
Bagaimana bisa aku berharap bersama penderitaan
Bahkan harapan lebih dari penderitaan..
Aku hanya berharap bersama dalam hari
Memeluk mentari, meski bulan dan bintang dalam perundingan

|
This entry was posted on 5:54 AM and is filed under . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

0 comments: