Author: Unknown
•6:26 AM


( بــاب ربْعِ )
( Bab 1/4 )
Yang berhak mendapatkan 1/4 ada 2, diantaranya :
1.       Zaoj ( Suami )
Syarat :
-          Harus ada far’ul mayit ( anak sendiri )
2.       Zaojah / Kullu Zaojah ( Istri )
Syarat :
-          Tidak boleh ada far’ul mayit , jika ada maka bagiannya 1/8

( بـــاب ثمن )
( Bab 1/8 )
Yang berhak mendapatkan bagian 1/8 adalah Zaojah ( Istri )
Syarat :
-          Harus ada far’ul mayit


( بـــاب ثــلـُثـَيـْـن )
( Bab 2/3 )
Yang berhak mendapatkan bagian 2/3 diantaranya ada 4 :
1.       Bintun
2.       Bintul Ibni
3.       Uktun Liabawain
4.       Ukhtun Liabin
Syarat-syaratnya :
-          Jama’
-          Khusus untuk Ukhtun Liabin, jika ada ukhtun liabawain, maka bagian ukhtun liabin menjadi 1/6
-          Jangan ada yang menjadikan ‘asobah

( بــاب الثــلـث )
( Bab 1/3 )
Yang berhak mendapatkan 1/3 ada 2, yaitu :
1.       Ummun ( ibu )
Syarat :
-          Tidak ada far’ul mayit
-          Tidak ada saudara jama’
-          ( kecuali dari masalah Goroin )

2.       Auladul-um ( anak – anak seibu, saudara jama’ )
Syarat :
-          Jama’
( بــاب الــســدّس )
( Bab 1/6 )
Yang berhak mendapatkan bagian 1/6 ada 7, diantaranya :
1.       Abun ( Ayah )
Syarat :
-          Harus ada Far’ul mayit
-          Jika tidak ada maka ‘asobah
-          Jika ada bintun atau bintul ibni maka bagian abun menjadi 1/6 ma’al asobah
                Contoh :
Dawil Furud
Furudul Muqaddarah
Asal Masalah
Siham
Zaojah
1/8
24
3
Bintul Ibni
1/2

12
Ummun
1/6

4
Abun
1/6 ma’al asobah

4 +1
Jumlah = 24
               
2.       Ummun ( Ibu )
-          Harus ada far’ul mayit
-          Harus ada saudara jama’
                Contoh :
Dawil Furud
Furudul Muqaddarah
Asal Masalah
Siham
Zaoj
1/2
6
3
Ummun
1/6

1
Ukhtaani Liabin
2/3

4
Jumlah = 8
Catatan : ini bagiannya ‘aol ( Jumlah siham lebih besar daripada asal masalah
Jadi bagian Ummun ada 3 :
a.       1/3 Kaamil
b.      1/3 Baaqi
c.       1/6

3.       Jaddun ( Kakek ) ( Abul abi )
Syarat :
-          Syaratnya sama persis dengan Abun
-          Tidak boleh ada abun, jika ada kakek kehijab hirman

                KECUALI pada 3 gambaran :
A.      Dalam bab jad ikhwat
-          Jika Abun bersamaan dengan saudara , maka saudara tersebut akan kehijab hirman
-          Jika Jaddun bersamaan dengan saudara, maka dua – duanya akan mendapatkan warisan
B.      Dan C, Dalam masalah Goroin
Yaitu jika di temukan dawil furud :


B
C
Dawil Furud
Zaoj
Zaoj
Zaojah
Zaojah
Ummun
Ummun
Ummun
Ummun
Abun
Jaddun
Abun
Jaddun
Catatan :
-          Bagian Ummun, ketika bersamaan dengan Abun, maka mendapatkan 1/3 Baaqi
-          Bagian Ummnu, ketika bersamaan dengan Jaddun, maka mendapatkan 1/3 Kaamil
Contoh :
 Matat Rojulun tarakat ‘an :
Dawil Furud
Furudul Muqaddarah
Asal Masalah
Siham
Zaoj
1/2
6
3
Ummun
1/3 baaqi
3
1
Abun
‘Asobah
( sisanya )
2
Jumlah = 6

Matat Rojulun tarakat ‘an :
Dawil Furud
Furudul Muqaddarah
Asal Masalah
Siham
Zaoj
1/2
6
3
Ummun
1/3 Kaamil
6
2
Jaddun
‘Asobah
( sisanya )
1
Jumlah = 6

4.       Jaddatun ( Nenek ) ( Ummul-umi / Ummul-abi )
Syarat :
-          Tidak boleh ada ummun
-           
a.       Bagiaannya MUTLAQ 1/6 :
-          Ada far’ul mayit / tidak
-          Sendiri / jama’
-          Nenek dari ibu / pun ayah
b.      Jika kumpul para nenek dalam keadaan derajatnya sama, maka semuanya akan mendapatkan warisan dengan bagian 1/6 untuk semua.
c.       Jika kumpul para nenek dalam keadaan berbeda derajatnya, maka :
-          Jika yang dekatnya dari jihad ibu, maka yang jauh dari jihad ayah ke hijab oleh yang dekat dari jihad ibu.
-          Jika yang dekatnya dari jihad ayah, maka yang jauh dari jihad ibu tidak ke hijab oleh yang dekat dari jihad ayah.
d.      Jika nenek tersebut dari jajaran Dzawil-arham, maka tidak akan mendapatkan bagian warisan.
Contoh : Ummu abil-umi
5.       Bintul Ibni
Syarat :
-          Bersamaan dengan bintun ( Suddus Takmilatu Tsulusain )
6.       Ukhtun Liabin
Syarat :
-          Bersamaan dengan ukhtun liabawain ( Suddus Takmilatu Tsulusain )
7.       Waladul-um ( Anak Seibu )
Syarat :
-          Sendiri
Contoh :
Dawil Furud
Furudul Muqaddarah
Asal Masalah
Siham
Zaoj
1/2
6
3
Ummun
1/3
6
2
Akhun Liumin
1/6
6
1
Jumlah = 6


KESIMPULAN :
Dawil Furud, diantaranya :
1.       Abun
2.       Ummun
3.       Jaddun
4.       Jaddatun
5.       Zaoj
6.       Zaojah
7.       Bintun
8.       Bintul ibni
9.       Ukhtun liabawain
10.   Ukhtun liabin

11.   Auladul-um
Author: Unknown
•4:41 PM


( بـاب النِّـسـْفُ )
( Bab 1/2 )

Kadar pertama dari Furudul Muqaddarah adalah 1/2
Yang berhak mendapatkan 1/2 terdapat 5 dawil furud, diantaranya :
1.      Zaoj ( Suami )
Syaratnya :
-          Tidak boleh ada far’ul mayit ( Ibnun, Bintun, Ibnul Ibni, Bintul Binti )
-          Jika ada far’ul mayit, maka bagian zaoj berkurang, sehingga menjadi 1/4
2.      Bintun / Untsa ( Anak perempuan )
Syaratnya :
-          Sendiri, jika jama’ maka bagiannya 2/3
-          Tidak boleh ada yang menjadikan ‘asabah ( Ibnun ) , jika ada maka bagiannya ‘asabah bil ghair
3.      Bintul Ibni ( anak perempuan dari anak laki – laki )
Syaratnya :
-          Sendiri, jika jama’ maka bagiannya 2/3
-          Tidak boleh ada yang menjadikan ‘asabah ( Ibnul Ibni ), jika ada maka bagiannya ‘asabah bil ghair
-          Tidak boleh ada ibnun, jika ada maka menjadi makhjub ( terhalang )
-          Tidak boleh ada bintun, jika ada bagiannya menjadi 1/6
4.      Ukhtun Liabawain ( Saudara perempuan seibu seayah )
Syaratnya :
-          Sendiri, jika jama’ maka bagiannya 2/3
-          Tidak boleh ada far’ul mayit
-          Tidak boleh ada yang menjadikan ‘asabah, jika ada maka bagiannya ‘asabah
-          Tidak boleh ada Abun ( ayah ) , jika ada maka makhjub
5.      Ukhtun Liabin ( Saudara perempuan sebapa )
Syaratnya :
-          Sendiri, jika jama’ maka bagiannya 2/3
-          Tidak boleh ada far’ul mayit
-          Tidak boleh ada yang menjadikan ‘asabah ( akhun liabin ), jika ada maka bagiannya ‘asabah
-          Tidak boleh ada abun ( ayah ) dan akhun liabawain, jika ada maka makhjub
-          Jika ada ukhtun liabawain maka bagiannya menjadi 1/6
Author: Unknown
•6:14 AM


( باب الفروضِ المقدَّرة فى كتاب الله تعالى )
( Bab Furudul Muqaddarah )
 جزءٌ مقدَّرةٌ من التِّركاح  ( juz yang telah ditentukan pada tirkah )
Furudul Muqaddarah itu telah ditentukan dalam kitab Allah ( Al – Qur’an )
Warisan terdapat 2 bagian, yaitu :
1.       Furudul Muqaddarah ( orangnya disebut : dawil furud )
Furudul Muqaddarah adalah kadar warisan bagi setiap ahli waris.
Furudul Muqaddarah telah ditentukan dalam Al-Qur’an dan Hadits , yaitu ada 6 kadar.
a.       1/2 ( Nisfu )
b.      1/4 ( Rub’u)
c.       1/8 ( Tsummun )
d.      1/3 ( Tsuluts Kamil)
e.      1/6 ( Shuddus )
f.        2/3 ( Tsulutsain )
                Ada pendapat ‘Ulama yang menyebutkan ada 7 kadar, yaitu 1 lagi Tsuluts Baqi  (1/3 dari sisa )
2.       ‘Asabah ( orangnya disebut : dawil ‘asabah )
                ‘Asabah adalah sisa. Dalam ‘asabah mendapatkan harta warisannya tidak             menentu, terkadang mendapatkan seluruhnya, sebagian, atau bahkan tidak kebagian sama sekali. Jadi dawil ‘asabah itu kalo lagi untung ya untung, kalo buntung ya buntung .

                Yang ngehak pada ‘asabah adalah ahli waris dari golongan laki – laki, kecuali Zaoj ( suami ) dan Akhul umi ( saudara laki – laki dari ibu ).